Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuuh

    Halo apakabar semua, semoga pembaca dalam kondisi sehat dan bisa tersenyum meski dalam keadaan masih memilik hutang 😁 ( becanda ya...). Saya akan cerita sedikit panjang keseharian d hari Selasa di Januari 2024.    

    Di musim penghujan saat ini, tepatnya di Januari 2024. Seperti biasa rutinintas pagi selepas subuh adalah bersama-sama istri menyiapkan sarapan dan memasak air panas untuk mandi anak-anak. Pagi itu sengaja memasak sayur bayam dan goreng telor ceplok kesukaan anak. Ada beberapa kekurangan sebagai orang tua yg salah satunya adalah tidak membiasakan anak bangun pagi subuh tepat waktu atau sebelum subuh. Ini adalah kekurangan yang luar biasa menurut kami, karena pernah suatu ketika , di saat anak-anak bisa bangun subuh untuk berjamaah kemudian melakukan aktivitas seperti menyiapkan sarapan dan perbekalan buat sekolah, terasa ringan dan ada suasana gotong royong. Akan tetapi kebalikan 180 derajat , maka kondisi mood dan suasana hati berpengaruh besar. Kami pun merasa kan hal yang sama, dan pelan-pelan mulai kami terapkan komitmen dengan anak-anak di jam tidur, bangun dan persiapan apa saja di hari itu . Dan ini terus menerus diulang-ulang sebagai rutinitas supaya anak dan orang tua bisa koordinasi dengan benar dalam menata kehidupan sehari-hari.

    Nah, di januari 2024 ini memang di Indonesia sudah memasuki musim penghujan, hampir setiap hari hujan . Dan kebiasaan kami dari dahulu sejak anak-anak masih bayi, asupan madu menjadi kewajiban buat anak-anak. Demikian pula di saat peralihan musim baik dari musim panas ke hujan maupun sebaliknya. Konsumsi madu ini selalu kami usahakan di pagi sebelum beraktivitas sekolah. Madu yang dikonsumsi dulu di beli di toko herbal deket rumah, Alhamdulillah seiring waktu berjalan kami mendapat suplier madu hutan Asli Sumatra, tepatnya di Hutan Riau. Dengan catatan , kami membelinya dalam jumlah per jerigen 30Kg. Karena, kata penjualnya untuk di jual eceran harganya jauh lebih mahal, sehingga kami sepakat untuk membeli secara jerigen an. 

    Dari pengalaman kami mengkonsumsi madu ( kami usahakan dari penjual terpercaya produk madunya), menurut penilaian kami, kondisi anak-anak stamina nya masih terjaga meski periode tertentu mengalami sakit demam, flu, batuk, tapi, Alhamdulillah dengan konsumsi madu, gejala sakit mereda dan tidak jarang pula obat-obat an modern jarang kami konsumsi tergantikan dengan madu ini ( murni opini karena belum teruji klinis ya). 

    Bahkan, sugesti penggunaan madu ini , sampai kepada jika sakit tenggorokan, flu , demam, anak sering minta madu. Meski penelitian sudah sangat banyak mengkaji manfaat madu ini, sekali lagi tetapi, di indonesia, masih sedikit orang-orang mengkonsumsi madu. Padahal sebagian besar penduduk indonesia beragama islam, sedang, pembahasan manfaat madu ada di dalam Al Quran, anehnya masih sedikit orang indonesia yang menkonsumsi madu.

    Data tahun 2013 negara yang paling banyak mengkonsumsi madu adalah Jerman dan Swis dengan rata-rata konsumsi nya adalah 800 gram 1,4 kg/orang/tahun. Sedangkan negara penghasil madu alami terbesar adalah Tiongkok.

Berikut ini daftar 10 negara penghasil madu alami terbesar di dunia 2020:

  1. Tiongkok - 458.100 ton
  2. Turki - 104.077 ton
  3. Iran - 79.955 ton
  4. Argentina - 74.403 ton
  5. Ukraina - 68.028 ton
  6. Amerika Serikat - 66.948 ton
  7. Rusia - 66.368 ton
  8. India - 62.132 ton
  9. Meksiko - 54.165 ton
  10. Brasil - 51.508 ton

Kemudian, berapa tingkat konsumsi madu untuk warga indonesia ? menurut data yang ada tingkat konsumsi madu warga indonesia 15g/orang/tahun, sangat jauh dibandingkan dengan Jerman maupun Swiss. 

    Dan apakah pola konsumsi madu ini ada kaitannya dengan daya tahan tubuh orang indonesia dibanding warga negara lain, sekali lagi kami tidak menemukan data pembandingnya. Sehingga sekedar kesimpulan pribadi, pola konsumsi madu ini adalah pola konsumsi dari warga negara maju, sehingga tidak salah kami ikuti, pun, di dalam keyakinan agama konsumsi madu ini sangat bermanfaat bagi tubuh.

    Gambar d ibawah adalah madu yang kami beli dalam bentuk curah jerigen kemudian kami repackage.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar